×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Agar Sampah Tak Cemari Laut, Pertamina Gelar ‘Coastal Clean Up’

Minggu, 16 Desember 2018 | Desember 16, 2018 WIB Last Updated 2019-02-16T04:04:25Z
Cilacap : Kasus matinya binatang laut akibat menelan sampah plastik di beberapa wilayah akhir-akhir ini menjadi perhatian para aktivis dan pecinta lingkungan di Cilacap.

Dalam sebuah acara bertajuk Coastal Clean Up yang digelar Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap, lebih dari 400 orang melakukan aksi bersih-bersih pantai Teluk Penyu Cilacap, Minggu (16/12/2018).

Peserta aksi kompak mengumpulkan sampah organik dan anorganik di sepanjang pantai.

Aksi dimulai dari sekitar trekdam (pemecah ombak –red) di ujung Selatan yang berbatasan dengan pulau Nusakambangan hingga kantor Basarnas, tidak jauh dari gerbang utama masuk Pantai Teluk Penyu.

“Kegiatan ini penting untuk menumbuhkan kepedulian pentingnya wilayah pantai yang bersih dari sampah, khususnya sampah yang tidak dapat terurai. Selain itu juga untuk membudayakan lingkungan bersih bagi masyarakat dan pengunjung” jelas Amin Wisudiantoro, Manager Reliability Pertamina RU IV.

Ditambahkan kegiatan yang dikaitkan dengan HUT ke-61 Pertamina ini juga sebagai upaya menjaga perairan laut dari sampah, terutama sampah plastik.

Joko Aji, salah satu peserta aksi menyambut antusias kegiatan ini sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan dan mengantisipasi kasus matinya binatang laut akibat mengonsumsi sampah plastik.

“Ini sangat penting membantu kelestarian alam dan menjaga lingkungan. Apalagi sampah plastik tidak terurai dan mencemari laut yang jika dikonsumsi binatang laut bisa menyebabkan kematian” kata Joko dari komunitas Ikatan Pegiat Anti Narkoba Kawungaten yang Aktif, Kreatif, Berinovasi, Aktual dan Responsibel (Ipang Akbar) Cilacap.

Usai Coastal Clean Up, peserta melanjutkan lomba Cross Country, dengan menyusuri jalur pipa Pertamina sepanjang pantai Teluk Penyu menuju lapangan parkir Head Office Pertamina RU IV.

“Lomba ini untuk mengedukasi masyarakat bahwa di sepanjang jalur pipa berisi minyak mudah terbakar dan bertekanan tinggi. Sehingga masyarakat tahu potensi bahayanya dan menghidari dari membakar sampah, melakukan penggalian atau mendirikan bangunan di jalur tersebut” imbuh Amin.

Sepanjang jalur lomba Cross Country, peserta harus berhenti di pos-pos yang disediakan yang menguji ketangkasan dengan ujian tertulis tentang pengetahuan Pertamina dan produk-produknya, wisata dan sejarah Cilacap, serta materi Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K).

Sementara pada sehari sebelumnya, digelar aksi penanaman 1.000 pohon cemara laut di Pantai Kamulyan, Cilacap Selatan.[Rri.co.id]
×
Berita Terbaru Update